Showing posts with label TENTANG KAYU. Show all posts
Showing posts with label TENTANG KAYU. Show all posts

Saturday, 19 September 2015

MEMILIH BAHAN KAYU UNTUK KURSI



Memilih Bahan Kayu Untuk Kursi
Beberapa bagian khusus pada fungsi beban bantalan kursi dan tekanan di kursi bila digunakan. Oleh karena itu memilih bahan baku kayu harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Asal tidak harus memilih tempat duduk apalagi furniture rumah dan kantor sangat rentan terhadap keselamatan konsumen saat pemakaian. Anda perlu tahu bahwa sebelum membuat kursi di produksi massal, pabrik-pabrik besar dan pembeli dalam tes laboratorium khusus yang mereka yakin bahwa kursi yang akan dihasilkan akan berkualitas baik dan tidak merugikan konsumen.






sebagai awal proses, ketika kita telah berhasildalam memilih komponen bahan baku dengankursi yang baik berarti setengah langkah untuk membuat kursi berkualitas telah berlalu. bagi anda dalam pembangunan material dan harusmengetahui jenis kayu dan bagian yang 

baikuntuk kursi sebagai berikut: 

1. Gunakan kayu untuk bagian-bagiankomponen dari kaki belakang, kaki depan dan di bawah rel pengaman.
2. Pilih serat lurus terutama untuk kaki belakang.

3. Jika Anda tidak dapat menghindari knot knottidak harus menempatkan terlalu dekat dengan sambungan, terutama dengan kaki belakangsambungan rel apron. juga membatasi ukuran knot digunakan.
4. Gubal akan selalu berada di saham kayu Anda, untuk menggunakannya, hanya menggunakan kursiatau sandaran bar. Bagian-bagian ini tidak memegang beban besar.

5. Jangan menggunakan serat kayu atau miring pendek. Hal ini berisiko dan komponen rapuh akan rusak kursi, berbahaya bagi konsumen. 

ARAH SERAT KAYU


Serat Kayu Sesuai Arah Pembelahan


Karena bentuk fisik kayu pada dasarnya seperti tabung dan dengan adanya pengaruh garis lingkaran tahun pada penampangnya proses pembelahan log bisa menghasilkan motif serat kayu yang berbeda pula. Selain itu juga akan mempengaruhi arah penyusutan kayu tersebut.

Bahwa pada dasarnya ada 3 metode pembelahan log yang menghasilkan beberapa perbedaan besar motif serat pada permukaan kayu hasil pembelahan yang dipengaruhi juga oleh kualitas log.


A. Serat Radial

Motif permukaan kayu yang lurus lebih banyak dihasilkan pada metode penggergajian Rift Sawn y BarrioSawn. Dua metode ini lebih banyak menghasilkan limbah dan memerlukan waktu lebih lama akan tetapi hasil serat kayu yang dihasilkan lebih baik dan bernilai ekonomis lebih tinggi. Biasanya serat kayu ini digunakan untuk pembuatan meja atau pintu dengan permukaan yang lebar.


B. Serat Tangensial

Pembelahan yang melintang garis lingkaran tahun akan menghasilkan serat bermotif (kembang). Motif permukaan kayu seperti ini paling banyak dihasilkan pada metode pembelahan Plain sierra. Ini metode penggergajian kayu yang paling sering dilakukan di kebanyakan sawmill.


Hasil permukaan kayu tersebut di atas adalah sebagai hasil dasar dari hampir semua jenis kayu. Keseluruhan motif permukaan akan juga dipengaruhi oleh kualitas log dan jenis kayu pada khususnya. Untuk jenis kayu yang memiliki banyak mata kayu, serat permukaan kayu akan dihiasi mata kayu, kantong minyak atau garis-garis melintang secara radial.



Ada pula jenis kayu yang karena pada masa pertumbuhannya dan lokasi tumbuh memiliki banyak angin sehingga pohon cenderung 'melintir'. Untuk kayu seperti ini anda akan mendapatkan serat bergelombang.
Pada kenyataan proses produksi harus dilakukan pekerjaan ekstra di area pengamplasan.

Lain lagi pada perusahaan vinir untuk permukaan plywood (kayu lapis). Untuk mendapatkan serat yang lurus dan homogen, pabrik akan membelah log menggunakan metode quartersawn.  

PENAMPANG POHON

Bagian Penampang Pohon (kayu bulat)


Pernahkah anda mendengar bahwa dengan melihat garis yang melingkar pada bagian penampang kayu bulat (gelondong) kita bisa memperkirakan umur pohon tersebut? Apabila anda mendengar jawaban 'Ya', itu adalah benar. Dari bagian penampang kayu kita bisa memperkirakan umur kayu tersebut. namun sebelum kita bahas hal tersebut, sebaiknya kita pelajari beberapa detail bagian penampang kayu.

1. Pith (hati kayu) : menjadi bagian paling lunak pada kayu tetapi sangat kecil ukurannya dibanding diameter kayu. bagian ini harus selalu dihindari dan dibuang.

2. Heartwood (kayu teras): bagian utama kayu yang dibutuhkan. Keras, berwarna gelap dan lebih berat. Proporsinya juga paling besar (m3). Detail penjelasan ada di sini.

3. Sapwood (kayu gubal): berada pada lapisan luar, berwarna lebih terang dan lebih mudah menyusut.

4. Cambium layer (lapisan kambium): lapisan yang berisi zat-zat makanan untuk perkembangan pohon.

5. Bast : pengirim makanan untuk diolah oleh daun melalui fotosintesis.

6. Bark (kulit pohon): melindungi batang pohon.

7. Annular ring (lingkaran tahun): garis-garis yang melingkar pada pohon yang menunjukkan umur pohon. Lingkaran terbentuk setiap tahun berdasarkan musim di mana pohon itu tumbuh.

8. Spring growth: lapisan yang terbentuk pada waktu musim gugur. Biasanya lebih tipis karena pada musim ini pertumbuhan pohon lebih lambat.

9. Autumn growth: lapisan yang terbentuk di waktu musim semi. memiliki ketebalan lebih karena pohon tumbuh lebih cepat ketika musim ini dengan adanya proses pengolahan makanan untuk pohon yang lebih banyak.

10. Medularry rays: garis yang melintang dari pusat kayu hingga bagian luar sebagai medio penyimpan makanan bagi pohon. bagian ini bisa menjadi dekorasi ketika kita melakukan pemotongan kayu bulat secara radial.

KONVERSI LOG TERHADAP KAYU


Konversi Kayu Log terhadap Kayu Gergajian

Seringkali ketika kita berbicara tentang volume kayu, kita harus menyamakan dulu 'bahasa' yang digunakan. Apakah volume tersebut untuk kayu gergajian atau kayu log. Mengapa? karena volume 100 m³ log bukan berarti 100 m³ kayu gergajian, namun bisa berarti 50, 60 atau 70 m³ kayu gergajian. Perbedaan tersebut pun ditentukan oleh metode penggergajian, bentuk penampang kayu log dan ukuran gergajian yang diinginkan.
Istilah yang sering digunakan ada bermacam-macam yaitu recovery, rendemen, waste dan lain sebagainya. Pada intinya semua istilah dan perhitungan tersebut untuk 'menghitung berapa m3 log yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap meter kubik kayu gergajian?'

Volume Log
Volume log yang dihitung berdasarkan perkalian luas penampangnya terhadap panjang log ketika dibelah menjadi beberapa lembar papan atau balok, total volume log tersebut akan terpecah menjadi beberapa bagian dari yang terbesar adalah balok, lalu serpihan kayu dan serbuk gergaji.Rumus volume kayu log = luas penampang x panjang log.



Contoh:

Diameter (Ø) sebuah log kayu adalah 40cm (0,40 mtr) dengan panjang 2,5 meter.
Volume logs = 3,14 x (0,20 cm x 0,20 m) x 2,5 mtr
Volume logs = 3,14 x 0,040 x 2,5 mtr = 0,314 m³.
Logs tersebut dibelah menjadi beberapa batang kayu balok sehingga menghasilkan 11 batang kayu yang efektif bisa dipakai sebagai bahan baku furniture (lihat gambar) dengan rincian sebagai berikut:

18 x 3,5 x 250 cm (7 batang) = 0,110 m³
20 x 4 x 250 cm (1 batang) = 0.02 m³
30 x 4 x 250 cm (1 batang) = 0,03 m³
12 x 4 x 250 cm (2 batang) = 0,024 m³
Total Volume kayu gergajian = 0,184 m³
Dari hasil perhitungan di atas anda bisa melihat bahwa hanya 0,184 m³ yang menjadi kayu gergajian sehingga kalau kita konversikan menjadi:
volume kayu gergajian : vol kayu logs, yaitu:
0,184 : 0,314 = 0,585 = 58,5 %

Berarti dari 100% volume kayu log, hanya 58,5% yang menjadi kayu gergajian. Sisanya sebesar 41,5% telah menjadi serpihan kayu dan serbuk gergaji. Prosentase ini tidaklah nilai yang mutlak karena akan bisa berubah lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari berbagai faktor misalnya jenis kayu, bentuk penampang kayu dan metode penggergajian.

JENIS-JENIS KAYU UNTUK MEMBUAT PRODUK ATAU MENGUKIR SEBUAH PRODUK

Jenis-jenis Kayu Uuntuk Kerajinan

.• Sono keling
• Smantuk

• Merbau

• Rasamala

• Damar

• Jati

• Mahoni

• Sungkai

• Merante

• Mendang

• Surian

• Siren

• Kelapa

• Nangka

• Asan

• Pinus

• Jilutung

• Sengon

• Kapuk/randu/panjoe

• Pulai

• Gian

• Kulim

• Balau

• Balsa

PAPAN YANG CACAT

Papan Beresiko Melengkung Lebih Besar


Membelah log menjadi beberapa bagian papan secara teknis pengerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Dari segi kualitas sebenarnya cara pembelahan ini beresiko lebih tinggi menghasilkan limbah. Lembaran papan yang tidak tertata dengan baik di dalam Kiln Dry akan lebih banyak menyusut dan melengkung.

Oleh karena itu pada proses penggergajian kayu untuk papan sebaiknya dilakukan pemilihan lebih hati-hati. Untuk log yang berbentuk cenderung bundar akan lebih tahan terhadap gerakan penyusutan. Mengapa? Log silindris memiliki kekerasan dan kerapatan serat yang seimbang sehingga pada waktu pengeringan walaupun terjadi penyusutan akan tetapi tersebar hampir rata di seluruh permukaan kayu lembaran.
Metode pembelahan yang terbaik adalah metode quarter sawn. Ada keterbatasan akan lebar papan yang dihasilkan, tapi dengan melihat proses selanjutnya akan menghemat limbah dan meningkatkan kualitas kayu.
Banyak hal lain yang terjadi pada cacatan kayu, pada sebenar nya tidak bermasalah jika kita bisa gunakan keretifan kita terhadap kayu yang melengkung sebagai berikut :

CARA MEMBELI KAYU S2S,S4S

Membeli Kayu S4S, adakah Kekurangannya???


Istilah S2S atau S4S mungkin sudah sering anda dengar, terutama sebagian besar pelaku bisnis kayu gergajian. Kepanjangan dalam bahasa Indonesia adalah Serut 4 Sisi, dan dalam bahasa Inggris Slice 4 Sides. Artinya proses pengolahan kayu hanya sampai pada penyerutan 2 sisi atau 4 sisi. Pada status S4S cukup jelas bahwa penyerutan pada ke-empat sisi kayu dan tentu saja empat sisi tersebut harus bersudut siku dengan baik. Ukutan ketebalan dan lebar kayu lebih baik diberi toleransi sebesar 0,5 - 1,00 mm untuk proses selanjutnya dan resiko penyusutan.

Lalu apa yang dimaksud dengan S2S (Serut 2 Sisi)? Apakan hanya kedua sisi tebal/lebar yang diserut atau satu sisi lebar dan satu sisi tebal?
Yang saya amati beberapa perusahaan kadang-kadang mempunyai permintaan khusus hanya pada sisi lebar dengan pertimbangan untuk mempercepat proses selanjutnya.

Tidak ada yang salah pada 2 bagian sisi mana yang diserut, masing-masing memiliki kepentingan sendiri. Konsumen meminta serut 2 sisi hanya pada bagian tebal/lebar misalnya karena mereka akan memproses kayu tersebut menjadi laminating, sehingga harus 2 sisi sejajar yang dihaluskan untuk sisi penyambungan.
Serut dua sisi pada satu sisi tebal dan satu sisi lebar dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin memiliki toleransi lebih besar daripada S4S.

Mengapa tidak gergajian, melainkan S4S?
Ini sebenarnya lebih cenderung kepada masalah terbatasnya equipment yang memadai, efisiensi kerja dan resiko pengontrolan rendemen. Bagi pabrik yang tidak memiliki mesin serut yang bisa memenuhi standard kecepatan dan kualitas, proses penyerutan membutuhkan enerji yang tinggi sementara proses lain yang lebih penting menjadi tertunda dan lemah.

Selain itu dengan membeli S4S, pabrik tidak perlu memikirkan perawatan mesin serut dan pembuangan limbah serut dan tidak dipungkiri bahwa volume limbah dari proses ini cukup tinggi. Pada akhirnya adalah membantu mempertinggi prosentase rendemen.
Pabrik akan mampu me(ng)konsentrasikan dumber dayanya kepada proses yang lebih detail di dalam produksi komponen.

Lalu apa kekurangan dari sistem transaksi S4S ini? Dari sifat kayu bisa dikatakan hampir tidak ada, karena kayu yang telah diserut berarti sudah dikeringkan dengan baik dan cara penumpukan akan lebih baik pula. Namun tetap ada resiko benturan pada saat pengangkutan walaupun pada waktu pengirimanpun diletakkan di atas suatu pallet kayu yang dilindungi oleh plastik. Walaupun demikian S4S tetap beresiko pada saat pengangkutan karena beitu banyak pihak yang terlibat dalam proses pengangkutan yang mana tidak seluruhnya memahami perawatan kayu.

MENCEGAH CACATAN PADA SAAT PENGANKUTAN

Mencegah Cacat Log Saat Pengangkutan

Untuk mendapatkan kualitas kayu yang baik, berbagai cara perawatan harus dilakukan bahkan ketika kayu log masih di hutan. Bagi pabrik konsumen log, pengawasan tersebut tidak mungkin dilakukan secara menyeluruh. Pabrik hanya menerima log sesuai dengan kondisi setelah log tiba di areal penyimpanan (log yard). Namun begitu, tidak ada salahnya jika kita sebagai pembeli log memiliki sedikit pengetahuan tentang bagaimana mencegah kerusakan log terutama saat pengangkutan.
Jenis alat pengangkutan bisa berupa angkutan darat, sungai ataupun laut. Banyaknya pihak berbeda yang melakukan pengangkutan memberi kesulitan untuk kontrol secara penuh, sehingga tindakan pencegahan yang paling efektif. terutama bagi perusahaan log trader.

Pilih alat angkut yang aman. Pada saat pemindahan log sebaiknya menggunakan alat angkut yang tertutup pada bagian samping depan dan belakang sehingga log tertahan dari resiko jatuh atau benturan benda tajam.
Bagian penampang log (kedua sisi) dicat agar mencegah air keluar/masuk sehingga menimbulkan retak. Seperti halnya kayu gergajian,

Untuk mendegah gerakan retakan ujung log karena cuaca saat pengangkutan, pasang paku pengaman pada penampang log. material ini akan sedikit berbiaya tapi fungsinya akan sangat bermanfaat bagi penjual ataupun pembeli log.

Sebaiknya pula kulit kayu jangan dikelupas sebelum sampai di area penggergajian (sawmill). Kulit membantu melindungi bagian kayu dari goresan-goresan ataupun benturan selama pengangkutan.

Apabila memungkinkan, tidak perlu dilakukan pemotongan log. Lebih panjang log, lebih besar rendemen kayu gergajian. Lebih kecil pula resiko ukuran log yang retak ujung. Penumpukan log di atas alat angkut perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak banyak pergerakan selama perjalanan. Misalnya dengan meletakkan log yang melengkung di atas yang lurus atau meletakkan log dengan diameter besar di antara diameter yang kecil.

KAYU LOG YANG MENGALAMI PENYUSUTAN

Kayu Log Juga Mengalami Penyusutan


Sebagaimana kayu belahan yang bisa mengalami penyusutan karena perbedaan kelembaban udara, maka kayu log-pun masih bisa menyusut. Sebuah pohon yang baru saja ditebang memiliki level MC antara 40-60%. Pada beberapa area penebangan pohon mereka akan meletakkan log-log tersebut di luar selama beberapa hari bahkan beberapa minggu untuk mengurangi level MC.

Untuk mencegah retak atau pecah pada log, dipasanglah semacam paku yang berbentuk seperti cacing pada ujung log (desain yang ada bisa bermacam-macam) untuk mencegah log retak atau pecah ujung. Log yang pecah atau retak otomatis akan mengurangi nilai ekonomisnya.
Beberapa tempat tertentu memiliki metode yang berbeda. Setelah pohon dipotong, kulit pohon segera dikupas dan kayu dibiarkan dalam ukuran yang lebih panjang untuk mengurangi pelebaran cacat retak.

Pada jenis kayu yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi, sebelum pohon ditebang dilakukan pemotongan kulit kayu pada bagian pangkal pohon beberapa bulan sebelum penebangan. Waktu tersebut dimaksudkan untuk menghambat penyaluran makanan ke daun, yang pada dasarnya berupa cairan, sehingga ketika beberapa bulan tidak ada supply makanan dari akar pohon tersebut akan mengering alami dalam bentuk dan ukuran yang utuh.

Penyusutan pada log sebenarnya tidaklah terlalu besar mengingat luas penampang yang menjadi pintu keluarnya air dari dalam kayu tidaklah seluas pada kayu yang telah dibelah dan dipotong. Dan berdasarkan ukuran diameter log, kemungkinan air yang keluar hanya akan terjadi pada permukaan log yang sangat tipis dibandingkan dengan diameter log itu sendiri.

Friday, 18 September 2015

KAYU KUALITAS YANG BAGUS

Kayu Laminating Lebih Kuat




Seringkali orang ragu ketika akan membuat suatu laminasi pada kayu solid. Keraguan itu timbul karena kayu solid masih menjadi sebuah material yang terbukti kuat dan awet. Beberapa faktor terutama pada proses laminasi memiliki peranan penting pada hasil dan kekuatan laminasi tersebut.

Kita perlu ketahui dahulu jenis kayu dan densitas kayu solid tersebut. Kayu yang memiliki densitas tinggi biasanya memiliki pori-pori yang memiliki daya ikat kuat satu dengan lainnya. Oleh karena itu lem yang mengikat komponen satu dengan lainnya juga harus cukup kua, Sedangkan kayu dengan densitas rendah cenderung memiliki kekuatan belah yang rendah. Lem kayu yang berkualitas baik sudah selayaknya memiliki daya ikat yang baik pula ketika diaplikasikan dengan benar.

Lem kayu telah melewati beberapa ujian kekuatan antara lain dengan cara merendam hasil laminasi selama 24 jam di dalam air. Atau bisa dengan memberikan beban tertentu pada laminasi.
Beberapa hasil uji menunjukkan bahwa garis laminasi tetap utuh, namun justru bagian kayu yang terbelah karena tidak mampu menahan tarikan, Laminasi pada dasarnya justru memiliki daya ikat lebih baik daripada kayu solid itu sendiri apabila proses pengelemennya dilakukan dengan benar.

Pengecekan pada Laminasi: 
1. Kayu yang akan dilaminasi harus kering (memiliki level MC yang baik). Bertujuan agar lem kayu       bisa benar-benar meresap dengan baik ke dalam kayu.
2. Jangan lakukan laminasi pada jenis kayu yang berbeda untuk mendapatkan hasil terbaik.
3. Jangan     lakukan laminasi pada jenis kekerasan kayu yang berbeda terlalu jauh ; kayu keras               dengan kayu lunak ; kayu teras dengan kayu gubal.
4. Apabila memungkinkan, kayu yang dilaminasi sebaiknya memiliki ukuran lebar atau tebal yang         sama. Susunan ini bisa membantu kayu dari resiko melengkung.
5. Permukaan bidang laminasi harus halus dan sama rata. Hal ini akan membantu perataan luas               bidang lem dan ikatan antar komponen.
6. Viskositas lem kayu harus pada standar yang direkomendasikan oleh produsen lem.
7. Pressing sangat penting untuk laminasi. Lebih besar tekanan yang diberikan akan membantu               penetrasi' lem ke kayu lebih baik sehingga jumlah lem yang meresap akan lebih banyak.
8. Drying time lem pada saat pressing juga sangat penting. Untuk lem normal, waktu untuk pressing bisa sekitar 3-4 jam. Setelah itu bisa diletakkan tanpa tekanan tinggi selama 24 jam sebelum laminasi tersebut memasuki proses pengerjaan selanjutnya. Apabila anda bisa dengan efektif menjalankan kontrol tersebut, maka pilihan untuk membuat laminasi akan menjadi lebih mudah. Secara teknis dan ekonomis, laminating lebih baik dari kayu solid (tidak berlaku pada jenis kayu tertentu). Hal lain yang akan harus menjadi pertimbangan anda selanjutnya adalah masalah estetika antara lain bahwa garis laminasi akan merusak nilai estetis dari produk anda atau tidak?

BAHAN KAYU PRODUK FURNITURE JEPARA

Mengenal Produk Furniture Jepara



Tidak semua jenis kayu dapat di jadikan Mabel jepara Karena untuk menjadi media ukiran tentu dibutuhkan beberapa spesifikasi khusus untuk dapat menjadi produk Furniture Jepara. Dari beberapa jenis kayu dan olahannya hanya beberapa saja yang dapat menjadi bahan Produksi Furniture Jepara. Jenis Kayu Produk furniture jepara ini akan menjadi penentu keberhasilan produk tersebut di pasaran. Untuk itu dalam memproduksi Produk mabel jepara, Furniture Jepara memberikan bahan kayu terbaik.

Jenis Kayu dan Olahan dari Furniture Jepara:

- Solid Wood
Jati

Merupakan jenis kayu yang berkualitas prima. Jenis kayu ini banyak diminati karena memiliki tekstur dan serat yang khas. Bentuk uratnya tegas dan lebar-lebar. Warnanya coklat tua, tetapi pada jati muda warna coklatnya lebih pucat. Karena tampilannya yang khas tersebut, Furniture Jepara berbahan jati biasanya bergaya etnik, klasik, dan mewah. Selain tampilannya yang menarik, kayu jati juga memiliki daya tahan lebih kuat dibanding jenis kayu lainnya, akan tetapi lebih berat. Untuk menjadi kategori Mabel jepara yang dipenuhi dengan Ukiran cantik sebagai ornamen utama Produk Furniture Jepara tersebut harus dibuat oleh tenaga ahli ukir dari Jepara yang mempunyai ciri khas Jepara.

-Mahoni
Kayu jenis mahoni ini merupakan jenis bahan kayu pilihan ke 2 untuk produksi Furniture Jepara Karakter Kayu Mahoni yang lebih lunak dan lebih ringan menjadikan pengolahannya lebih mudah. Dan hasil akhir dalam Produk Furniture Jepara Ukiran juga lebih luwes. Sehingga Kayu Mahoni banyak digunakan untuk produk tipe eropa klasik dan sejenisnya yang banyak menggunakan ornamen Ukiran.

- Kayu lapis (plywood).

Bahan produksi kayu jenis ini menjadi pilihan untuk Produk Mabel jepara yang tidak menggunakan banyak ukiran pada permukaannya. Kayu lapis merupakan kayu olahan yang biasa kita kenal dengan sebutan tripleks atau mutipleks. Kayu lapis dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi. Ketabalanya bervariasi darimulai 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dan luasannya 244 x 122 cm. Ketebalan plywood menentukan kekuatan dan kestabilannya. Jenis kayu ini paling banyak dipakai sebagai material pembuat kitchen set, lemari, meja, dan tempat tidur serta Produk Mebel Jepara model Minimalis modern yang saat ini banyak digemari. Tetapi pada Produk Furniture Jepara Ukiran tentu penggunaannya tidak untuk diukir, tetapi sebagai bagaian untuk menutupi permukaan yang tidak di ukir.

 

Copyright @ 2013 carvingart.